Sekelumit Kisah Pelik Perjuangan Si BEJO Mengadu Nasib Di Ibukota

Pagi itu langit Jakarta sedikit mendung, desingan kenalpot kendaraan karyawan menuju kantor sahut menyahut, jalanan sedikit padat.

Sibejo sarjana muda dengan langkah lunglai perlahan menuju penyebrangan, ia harus menghadang Bus menuju Terminal Pulau Gadung Diseberang, lalu transit Menaiki Mikrolet menuju Mall Of Indonesia Kelapa Gading tempat ia bekerja.

Ia baru saja diterima disebuah perusahaan sebagai Staff Junior, ini baru pertama Kalinya si Bejo Bekerja diPerusahaan setelah sebelumnya pontang-panting kesana-kesini mencari pekerjaan..

Pada suatu malam si Bejo Nekat membuat puluhan lamaran dan mengirimnya melalui Internet, walaupun dalam keadaan ragu karena ini pertama kalinya ia mengirim lamaran lewat internet , entah terima atau tidak yang penting kirim-kirim dulu aja gumamnya dalam hati, Sibejo benar-benar Nekat, Dalam pikirnya berkata “tak Mungkinlah Jakarta sebesar ini tak bisa mendapatkan pekerjaan”…

Karena sebelumnya banyak sekali yang bilang kedia ini Jakarta Bro mencari pekerjaan Susah, Tidak mudah..!! apalagi kamu dari kampung, sebenarnya dalam hati Sibejo Mengiyakan..

Namun ia tak pernah patah semangat, Sibejo sepertinya memang punya mental yang sedikit teruji berkat ketekunannya yang rajin mengikuti organisasi ketika kuliah…

Si Bejo hanya bawa uang 500rb dari kampung dan setengah nya 250ribu habis pula untuk ongkos mobil ke Jakarta Untunglah ada satu keburuntungan, di Jakarta si BEJO bisa menumpang tinggal gratis sementara disalah satu Mes Organisasi yang waktu kuliah ia aktif diorganisasi tersebut, sekali lagi bekal Organisasi menyelamatkan si Bejo.

Bejo tinggal dibelakang salah satu kampus ternama di Ibukota, di sampingnya ada sebuah gedung pertemuan besar. Tepat pagi itu si BEJO melintas… gedung tampak Ramai dan didepan gedung terpampang sebuah Baliho Besar “Pesta Wirausaha Tangan Diatas” sebuah perlehatan Akbar tahunan berkumpul nya para pengusaha-pengusaha. Bejo tahu tentang organisasi ini dari Buku Otak Kanan yang habis ia baca ketika Masih Kuliah.

SEBENARNYA, Sibejo ingin sekali bergabung disana berkumpul dengan para pengusaha-pengusaha itu, tapi Ah.. sudahlah.. jangankan mau membeli tiket untuk masuk ke Acara itu, untuk makan Saja ia Susah..

Setiap pagi ia harus membeli sarapan seharga 3 ribu rupiah dua Bungkus jadi Totalnya 6ribu. Satu untuk sarapan pagi, satunya lagi sekaligus untuk makan Siang. Untuk Makan Malam si Bejo ke Warteg ( Warung Tegal yang dikenal Murah), Ketika mau makan ia selalu bilang ” Bu Makannya lima ribu aja ya..!!” karena hanya uang 5rb itulah yang bisa ia sisakan untuk makan Malam, dapatlah ia makan dengan Nasi, Satu keping Tahu, dan sedikit Kuah Sayur…

Si Bejo terus dalam perjuangan keras…

Masih banyak cerita yang ingin ia sampaikannya…
Bersambung… Kata Si Bejo……😊

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *