Jejak Jalan – 1

Masa Kecil 
Nama ku Sumardi Lahir di sebuah Kampung terpencil sebuah kampung nun jauh disana…berbatasan langsung dengan Hutan Taman Nasional Kerinci Sebelat Desa Sungai Ipuh Namanya kab. Muko-muko Prop Bengkulu, aku lahir pada tanggal 22 juli 1988. masa kecil ku yang begitu berkesan dan selalu terngiang di ingatan, waktu itu ketika aku duduk di depan pintu rumah  Yang bertiang bambu, beratap rumbia, dengan berdindingkan kulit kayu. Ku tatap hamparan ladang nan luas yang masih tergolek kayu-kayu besar yang terdapat sayuran-sayuran muda di selanya. itu lah waktu kecilku  dimana aku masih ikut dengan Bpak dan Emak ku ladang berpindah dari satu tempat ketempat yang lain ditengah-tengah hutan yang lebat karena harus mencari tanah yang subur. hal tersebut terus ku jalani hingga aku berumur 6 tahun.

Masih ku teringat ketika siang mandi di sungai di dekat ladang yang airnya begitu jernih bersama Bpakku, dan ketika malamnya tidur di Pondok Tiang Bambu atap rumbia yang di iringi suara-suara jangkrik malam. ketika bangun pagi bergegas ke lubuk sungai untuk menengok jaring Bpak ku yang telah dipasang sebelumnya pada sore hari ketika senja menjelang malam. ikan sungai yang begitu segar-segar murni dan alami, hingga bersantap pagi dengan Gulai Ikan Sapadeh- Gulai resep kampung yang di masakkan oleh Emakku..asyeek..

Berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan tinggal di ladang, yang masih di keliling hutan yang lebat, suasana kehidupan yang sangat-sangat  damai, dan tentunya sulit tuk ditemui di masa kini & Bila waktunya tiba ketika persediaan makanan sudah habis ataupun jadwal yang ditetapkan sudah sampai, kami sekeluarga kembali ke kampung, yang biasanya dengan membawa sayur-sayur muda untuk di bagikan ke keluarga-keluarga yang lain dan juga untuk di jual…perjalanan pulang itu juga suatu memory yang tak pernah terlupakan oleh ku, biasanya ketika pulang dari kebun aku selalu masuk dalam beban barang yang di sandang oleh Bpak ku, namanya “Rogak”  sepanjang perjalanan aku sering masuk dalam rogak itu menuju pulang ke kampung yang menempuh perjalan 3-4 jam untuk mencapai rumah di kampung, ketika sampai aku, Bpak dan ibu ku selalu di sambut hangat oleh k2 ku apalagi ketika itu aku adex terkecil….. bersambung….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *